Polsek Buduran Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan pada Pelajar
Upaya mencegah penyebaran intoleransi, radikalisme dan terorisme melalui wawasan kebangsaan terus dilakukan jajaran Polresta Sidoarjo. Kali ini, Polsek Buduran menyasar kalangan pelajar SMA Antartika Sidoarjo, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan edukasi oleh Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistyono, didampingi Kanit Binmas Polsek Buduran Iptu Sutarno, serta sejumlah personel Polsek Buduran.
Sosialisasi diikuti kepala sekolah, para guru, serta siswa kelas 9 hingga 12 SMA Antartika Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi, menghargai perbedaan serta tidak mudah terpengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistyono menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Indonesia merupakan wujud keindahan dalam sebuah perbedaan. Mari kita jaga keberagaman ini dengan saling menghormati dan bertoleransi. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan atau informasi yang dapat memecah persatuan,” ujar Kompol Sugeng.
Ia juga mengajak para pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, serta berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada intoleransi, kekerasan maupun radikalisme.
“Pelajar adalah generasi penerus bangsa dan bagian penting dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Karena itu, sejak dini harus dibangun karakter yang toleran, cinta tanah air dan menjunjung persatuan,” tambahnya.
Pihak SMA Antartika Sidoarjo menyambut baik kegiatan tersebut. Sosialisasi dinilai menjadi bentuk sinergitas antara kepolisian dengan pihak sekolah dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada para pelajar dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan dan keamanan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan, untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan kondusif.